humas@ukrimuniversity.ac.id (0274) 496256

LPET pasang 5 Solar Home System untuk Gereja di Sumba Timur.

Beranda >Berita >LPET pasang 5 Solar Home System untuk Gereja di Sumba Timur.

Sumba Timur – Lembaga Pengembangan Energi Terbarukan (LPET) dari Universitas Kristen Immanuel (UKRIM) pada bulan Maret 2023 kembali memasang Solar Home System (SHS) di Pulau Sumba. 5 sistem SHS dipasang di Sumba Timur, NTT oleh LPET bekerjasama dengan Yogyakarta International Congregation (YIC). Melalui kerjasama ini, tim LPET melakukan pemasangan sistem solar panel skala rumah tangga atau Solar Home System (SHS) bagi gereja-gereja di desa yang belum dialiri listrik di NTT, yaitu 1) GKS Karenju, 2) GKS Luri Mandang, 3) GKS Rakawatu, 4) GKS Umamanu, dan 5) GKS Matawai Kurang. Sehingga total SHS yang telah dipasang hingga tahun 2023 sebanyak 29 sistem.

Gambar sistem SHS di GKS Rakawatu dan GKS Umamanu

SHS dipasang memiliki kapasitas baterai 80 Ah – 100 Ah dengan kapasitas panel surya 120 Wp. Adapun output sistem digunakan untuk supply 5 buah lampu LED dengan ukuran 5 – 12 Watt, 1 port USB charger, dan 1 plug 12 VDC. Setiap sistem SHS yang dipasang dilengkapi dengan switch box yang dibuat sendiri oleh mahasiswa-mahasiswa Prodi Fisika, UKRIM. Switch box akan difungsikan sebagai sakelar lampu-lampu yang terhubung dan menyediakan plug 12 VDC.

Gambar proses pemasangan di GKS Karenju.

Proses pemasangan sistem dimulai dengan komunikasi bersama kontak lokal dari Sekolah Tinggi Teologi (STT) Lewa, Ibu Mila. Kemudian survei dilakukan pada kondisi dan lokasi yang memungkinkan, terakhir pemasangan dilakukan bersama tim LPET dan YIC ke gereja tujuan.

Sebelum ada SHS, jemaat gereja menyewa genset untuk kebutuhan listrik jika ada aktivitas bersama di malam hari. Hal itu tidak dapat dilakukan setiap hari karena biaya sewa dan bahan bakar cukup mahal untuk jemaat desa. Oleh karena itu, tujuan pemasangan SHS adalah untuk menyediakan listrik bagi gereja-gereja yang terletak di daerah terpencil. Gereja sering menjadi tempat pertemuan warga, dengan adanya penerangan, warga gereja bisa berkumpul untuk menyelenggarakan acara di malam hari seperti ibadah, rapat bersama, hingga pusat belajar anak. Situasi keamananpun diharapkan dapat meningkat dengan adanya penerangan pada malam hari.

Gambar tim LPET dan YIC setelah pemasangan di GKS Luri Mandang

Kegiatan Mendatang