humas@ukrimuniversity.ac.id (0274) 496256

LPET Survei Desa di Sumba untuk Bangun Solar Pump

Beranda >Berita >LPET Survei Desa di Sumba untuk Bangun Solar Pump

Yogyakarta – Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok makhluk hidup yang harus dipenuhi. Akan tetapi tidak semua daerah memiliki ketersediaan air dan kemudahan akses yang sama, contohnya pulau Sumba, NTT. Iklim panas dan kering, kondisi tanah yang sulit untuk mendapat sumber mata air ditambah permukiman yang tidak terpusat menjadi kendala penyediaan dan distribusi air bagi masyarakatnya, terlebih yang terjadi di daerah pelosok.

Oleh karena itu, tim Lembaga Pengembangan Energi Terbarukan (LPET) UKRIM mengunjungi Pulau Sumba, NTT dalam rangka melakukan survei terhadap desa-desa yang ditengarai merupakan desa yang sulit air. Survei ini merupakan langkah awal untuk membangun pompa air tenaga surya atau Solar Pump dari tim LPET yang mendapat hibah dana dari salah satu Perusahaan Farmasi di Jerman. Tim yang berangkat diantaranya adalah dosen tamu dari Jerman Bapak Daniel Pianka, dosen prodi Fisika Ibu Emerita Setyowati, dan asisten dosen prodi Fisika Anita Yuan. Disana tim bekerja sama dengan teknisi dari CV. Sinar Harapan, yaitu salah satu distributor Pompa Lorentz di Indonesia, alumni prodi Fisika UKRIM, Febrianto Bokol serta beberapa orang dari pemerintah setempat untuk mengunjungi desa-desa dan berkomunikasi dengan penduduk.

Total ada 6 desa dari 3 kabupaten berbeda yang telah ditinjau oleh tim diantaranya adalah desa Tanarara dan desa Modu Weemaringu di Kabuapaten Sumba Barat, desa Mere Kehe, desa Kadaghu Tana, dan desa Bukambero di Kabuapaten Sumba Barat Daya, dan satu titik sumber mata air di Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah.

Selama survei tim mendapat kesempatan berbincang-bincang dan rapat kecil dengan pemimpin pemerintah setempat. Pertemuan pertama yaitu dengan Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH. Pada hari itu beliau pun turut blusukan melihat kondisi sumber mata air di desa-desa. Kemudian di hari kedua dalam kesempatan makan bersama, beliau mengungkapkan kebersediaan pemerintah daerah untuk membantu tim jika diperlukan. Pada hari terakhir survei, tim bertemu dengan Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S.K. Limu di kediamannya, “Concern saya dalam membangun daerah ada 2, itu adalah air bersih dan sumber daya manusia, itu hal yang sangat penting” ungkap beliau menanggapi tujuan tim datang ke Sumba. Beliau sangat mendukung tim LPET untuk membantu warga setempat dengan teknologi Solar Pump, juga mendukung LPET sebagai bagian dari universitas yang saat ini tengah mengembangkan Pusat Pelatihan Energi Terbarukan bagi mahasiswa UKRIM yang didominasi berasal dari daerah 3T.

Foto bersama Bupati Sumba Barat (kiri) dan Bupati Sumba Tengah (kanan)

Dari hasil pantauan tim, kelangkaan air merupakan masalah krusial yang perlu diatasi segera. Keadaan yang kering dan jauh dari sumber mata air memaksa penduduk untuk membeli air dari pedagang air dengan harga bervariasi, mulai harga 100 ribu rupiah hingga 150 ribu rupiah. Namun bagi warga yang tinggal di atas bukit dan atau terpelosok dengan akses jalan yang sulit, mereka tidak punya banyak pilihan. Ada yang harus berjalan kaki menaiki bukit dengan medan yang terjal setinggi 300 meter, ada yang harus berjalan kaki hingga 4 kilometer untuk membawa air pulang ke rumah. Air yang dibawa pun tidak banyak, seorang hanya mampu membawa 1 atau 2 jerigen air berukuran 5 liter. Sehingga sesampai di rumah, nilai air menjadi sangat berharga bagi mereka. Apakah air dipakai untuk minum atau cuci muka, mereka harus pilih.

Dengan adanya Solar Pump nanti, tim berharap mereka tidak lagi menghadapi pilihan semacam itu. Ada lebih banyak waktu dan kegiatan yang dapat mereka lakukan. Anak-anak dapat belajar sepulang sekolah, orang tua dapat mengolah lahan, keluarga dapat makan dan minum dalam keadaan bersih, tubuh menjadi sehat, dan mereka dapat meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik.

Kegiatan Mendatang